CARA DAFTAR DISTRIBUTOR NASA, PEMBELIAN PRODUK ECER MAUPUN GROSIR, PRODUK KECANTIKAN, KESEHATA, PERTANIAN, PETERNAKAN, PUPUK SAWIT, PUPUK KARET, PUPUK PADI, VITANIN TERNAK AYAM, VITANIN TERNAK BABI, VITANIN TERNAK SAPI, VITANIN TERNAK KAMBING, VITANIN TERNAKTAMBAK UDANG, VITANIN TERNAK KOLAM LELE, STOKIS NASA KEDIRI, STOKIS NASA NGANJUK, STOKIS NASA MADIUN, STOKIS NASA CARUBAN, STOKIS NASA BLITAR, STOKIS NASA TANJUNGANOM

PUPUK ORGANIK NASA PIKAT KELAPA SAWIT

PUPUK ORGANIK NASA PIKAT KELAPA SAWIT

OLEH : RINDRA 
CALL WA : +62 855 7484 4543

Penggunaan pupuk an-organik (kimia) dalam jumlah yang tepat sebenarnya di perlukan dalam hal pola budidaya tanaman. Di Indonesia terutama 10 tahun terakhir pupuk kimia menjadi persoalan. Hal ini tidak lepas dari karakteristik pola penggunaan pupuk kimia dilapangan. Beberapa karakteristik tersebut adalah : 
A. dosis kimia cenderung berlebihan, 
B. penggunaan tanpa di imbangi pupuk organik, 
C. relative telah berlangsung cukup lama lebih dari 30 tahun. 

Karakteristik pemakaian yang demikian akan mengakibatkan salah satunya terjadi sisa pupuk kimia. Semakin lama sisa pupuk tersebut semakin menumpuk karena sifat pupuk kimia sulit terurai atau terdegradasi dalam tanah serta tidak dapat di manfaatkan oleh tanaman. Hal tersebut akan menjadikan tanah tanah akan semakin keras. Pada tanah tanah yang keras akan menyebabkan akar sulit menyerap pupuk yang diberikan (efisiensi penyerapan rendah) sehingga agar kebutuhan unsur hara bagi tanaman tercukupi, diberikanlah pupuk dengan dosis yang ditinggikan. Dengan dosis yang semakin meningkat akan menyebabkan sisa pupuk kimia semakin banyak lagi dan berulang proses seperti di atas. Dengan ilustrasi tersebut dapat dipahami bahwa mengapa dosis pupuk kimia dari waktu ke waktu semakin meningkat. 

Secara garis besar untuk produktivitas tanaman, membutuhkan unsur hara dari berbagai sumber yaitu :
1. Kandungan unsur hara alamiah tanah setempat. Tanah secara alami telah mengandung lengkap semua unsur hara yang diperlukan oleh tanaman.

2. Pemberian pupuk an-organik/kimia ( terutama unsur hara makro ). Pada tanah-tanah yang normal ( tidak rusak ) sebenarnya hanya membutuhkan pupuk kimia kurang lebih 30%-50% saja dari rata-rata dosis rekomendasi sekarang ( semisal padi membutuhkan pupuk Urea (N), SP-36 (P) dan KCI (K) kurang lebih 600 kg ).

3. Pemberian pupuk organik ( terutama unsur mikro ). Dengan memperhatikan kondisi tanah pertanian di indonesia sesuai gambaran diatas, maka sebenarnya pada tanah tanah pertanian kita terdapat sisa deposit unsur makro dari timbunan sisa pupuk kimia yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Disinilah terutama peran PUPUK NASA diperlukan .
PUPUK ORGANIK NASA PIKAT KELAPA SAWIT

PUPUK NASA PIKAT KELAPA SAWIT adalah sebuah terobosan teknologi organik yang sudah dalam bentuk ion yang langsung dapat di manfaatkan oleh jaringan tanaman. PUPUK NASA PIKAT SAWIT  di buat dengan system zero emission concept yang mengandung humat dan vulvat serta hormon ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) yang berguna dan di formulasikan untuk semua komoditas tanaman tanpa kecuali. dari mulai tanaman musiman hingga tanaman tahunan. PUPUK NASA PIKAT SAWIT 100% bahan organik alami yang ramah lingkungan dan tak memiliki efek over dosis. PUPUK NASA PIKAT KELAPA SAWIT di rancang khusus untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman yang banyak sekali manfaatnya antara lain : meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman yang mengacu kepada aspek K3 ( Kuantitas Kualitas dan Kelestarian ), Menjadikan tanah yang keras berangsur angsur subur kembali, melarutkan sisa residu kimia dalam tanah sehingga dapat di manfaatkan kembali oleh tanaman, memberikan semua unsur hara makro dan mikro yang lengkap bagi tanaman, dapat menekan kebutuhan pupuk npk kimia hingga 50%. 

PUPUK ORGANIK NASA PIKAT KELAPA SAWIT

PUPUK NASA PIKAT SAWIT memiliki fungsi utama memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur. Meningkatkan kesuburan khemis, meningkatkan kesuburan biologi dengan efek membantu meningkatkan perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman. Memacu pertumbuhan tanaman merangsang pembungaan dan pembuahan, meningkatkan produksi serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.

PUPUK ORGANIK NASA MULTI KOMODITAS DAN MULTI WAKTU.

INFO PEMESANAN PUPUK NASA
HUBUNGI :
RINDRA 
+62 855 7484 4543 / 085232128980

JENIS JENIS PENYAKIT TANAMAN PADI DAN MENGATASI

PENYAKIT TANAMAN PADI  DAN CARA MENGATASINYA

RINDRA / BUDIANTO
call wa : +62 855 7484 4543 / 085232128980
JENIS JENIS PENYAKIT TANAMAN PADI DAN MENGATASI
A. PENYAKIT BERCAK DAUN COKLAT
Penyebab : Jamur helmintosporium oryzae.Gejala : menyerang pelepah,malai,buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah,biji bercak bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.

Pengendali :
1. Meredam benih di air hangat + pocnasa.
2. Pemupukan berimbang.
3. Tanam padi tahan penyakit ini.

B. PENYAKIT BLAST
Penyebab jamur pyricularia oryzae. Gejala menyerang daun ,buku pada malai dan ujung tangkai malai, daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk, pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

Pengendali :
1. Membakar sisa jerami,menggenangi sawah, menanam varitas unggul sentani ,cimandiri IR-48,IR-36,pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir.
2. Pemberian glio di awal tanam.

C. BUSUK PELEPAH DAUN.
Penyebab : jamur rhizoctonia sp.gejala : menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan,menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.

Pengendali :
1. Menanam padi tahan penyakit.
2. Pemberian glio pada saat pembentukan anakan.

D. PENYAKIT FUSARIUM
Penyebab : Jamur fusarium moniliforme.Gejala : menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai,akar membusuk.

Pengendali:
1. Merenggangkan jarak tanam.
2. Mencelupkan benih + pocnasa dan di sebari glio di lahan.

E. PENYAKIT KRESEK / HAWAR DAUN
Penyebab : Bakteri xanthomonas campestrys pv oryzae.
gejala : menyerang daun dan titik tumbuh.terdapat garis garis di antara tulang daun,garis melepuh dan berisi cairan kehitam hitaman,daun mengering dan mati.

Pengendali :
1. Menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36,IR 46 cisadane,cipunegara,menghindari muka mekanis,sanitasi lingkungan.
2. Pengendalian di awal dengan glio.

F. PENYAKIT KERDIL
Penyebab : Virus di tularkan oleh wereng coklat nilaparvata lugens.
gejala menyerang semua bagian tanaman ,daun menjadi pendek ,sempit berwarna hijau kekuning kuningan, batang pendek, buku buku pendek, anakan banyak tetapi kecil.

Pengendalian : Sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan mengendalikan vektor dengan BVR atau pestona.

G. PENYAKIT TUNGAU
Penyebab : Virus yang di tularkan oleh wereng hijau NEPHOTETTIX IMPICTICEPS. Gejala menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi.

Pengendalian : Menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR.
Catatan : jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi, dapat dipergunakan pestisida kimia yang di anjurkan. agar pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan perekat perata AERO 810.
semoga artikel jenis jenis penyakit tanaman padi dan mengatasinya ini bermanfaat dan membantu para petani di manapun anda berada

PUPUK ORGANIK SUPERNASA UNTUK KARET GETAH MELIMPAH

Seperti yang sudah kami sampaikan dalam artikel lain bahwa penggunaan pupuk organik NASA untuk semua jenis tanaman, sayuran juga buah buahan, bagaimana cara aplikasi Pupuk Organik Supernasa Untuk Karet Getah Melimpah akan kami sajikan berikut ini. tujuan penggunaan untuk karet tentunya untuk meningkatkan pertumbuhan supaya cepat menghasilkan getah karet dan juga meningkatkan produksi getah karet untuk pohon yang sudah produktif, bagaimana aplikasinya
Pupuk Organik Supernasa Untuk Tanaman Karet
Berikut pupuk yang perlu disiapkan :
1 . Produk NASA :

2 . Pupuk kimia
  • NPK 20 kg
  • ZA 7 kg
  • Kcl 7 kg

PUPUK ORGANIK SUPERNASA UNTUK KARET GETAH MELIMPAH
Cara aplikasinya :
  • Supernasa dan Hormonik di campurkan dengan 10 liter air sebagai indukan aduk hingga benar benar tercampur serta diamkan beberapa menit lebih lama lebih baik
  • Siapkan 400 liter air untuk nantiknya akan dicampurkan dengan larutan indukan yang sudah dibuat tadi
  • Masukkan semua pupuk kimia kedalam larutan tadi aduk hingga benar benar rata dan hancur
  • Terakhir adalah masukkan Aero 180 kedalam larutan tadi dan diamkan sekitar 30 menit
  • Setiap 1 batang pohon disiram dengan larutan tersebut disekitaran pangkal pohon kira kira 1 - 1,5 meter
  • Larutan tersebut diatas bisa digunakan untuk 400 pohon karet aplikasinya sebaiknya diulangi setiap 3 - 4 bulan sekali

Note :
  1. Hasilnya akan terlihat setelah 2 kali pemupukan 
  2. Penggunaan Dolomit dianjurkan setahun sekali sekitar 2 kg perpohon
  3. Hasil getah karet tiap daerah akan berbeda tentunya karena beberapa faktor yang telah kita ketahui bersama seperti iklim, hama penyakit, jenis bibit dan juga kondisi lahan.
  4. Sebaiknya pemakaian pupuk organik sejak pembibitan karena waktu pembibitan akan menentukan kualitas pohon kedepannya

Demikian artikel tentang penggunaan produk nasa untuk pohon karet tentunya petani karet menginginkan hasil getah yang meningkat harus dibarengi dengan penggunaan pupuk yang lengkap dan pemeliharaan yang tepat
poc nasa dan supernasa

PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA MELON DENGAN PUPUK ORGANIK NASA

TEKNIK SUKSES BUDIDAYA MELON ORGANIK NASA
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-393316
TELP/SMS/WA: +62 855 7484 4543/ BBM: D1FFBD9D

PENDAHULUAN
     Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3).

PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA MELON DENGAN PUPUK ORGANIK NASA

ANJURAN PUPUK NASA YANG DIGUNAKAN:
~ SUPERNASA 
~ POC NASA 
~ HORMONIK 
~ GLIO 100gr 
~ PESTONA 
~ AERO 
~ BVR 
~ POWER NUTRITION 

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.

2.2. Media Tanam Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 
3.1. Pembibitan
3.1.1. Pembuatan Media Semai
  • Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
  • Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.

3.1.2. Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit
  • Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.
  • Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
  • Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.
3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Pembukaan Lahan Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.

3.2.2. Pembentukan Bedengan Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.

3.2.3. Pengapuran Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH > 6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

3.2.4. Pemupukan Dasar
PUPUK KANDANG
(Ton / Ha)
Dosis Pupuk Makro
Gram / Pohon)

Dosos POC NASA
Urea
SP 36
KCL

4 - 5

12

20

8
30 – 60 ttp / 1000 m2 + air secukupnya (siramkan)
Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :

  • Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 meter bedengan. 

3.2.5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2

3.2.6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam. 

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.
3.3.2. Cara Penanaman
Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag. 

3.4. Pemeliharaan Tanaman 
3.4.1. Penyulaman 
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari 

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar. 

3.4.3. Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.


3.4.4. Pemupukan
WAKTU
DOSIS PUPUK MAKRO (GRAM / POHON
UREA
SP-36
KCL
Umur 10 hari

Umur 20 hari

Umur 30 hari

Umur 40 hari

12

12

12

12
12

12

8

8
10

10

12

20
POC NASA
( per ha )
Mulai umur 1 mingg – 6 /7 minggu
POC NASA di semprot di tanaman :
Alternatif 1 :  6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki
3.4.5. Penggunaan Hormonik
Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali. 

3.4.6. Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.

3.4.7. Pemeliharaan Lain
a. Pemasangan Ajir
    Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. 

b. Pemangkasan
    Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. 

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot Pestona atau Natural BVR. 

b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR. 

3.5.2. Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam. 

b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan. 
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
3.5.3. Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 
    1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 
    2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar 
    3. Warna kulit hijau kekuningan. 
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. 
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari. 

3.6.2. Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. 

b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh. 

c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen. 

d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.

3.6.3. Penyimpanan
Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih dan bersih.


SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN KARET ORGANIK

Di wialayah nusantara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet adalah daerah daerah indonesia bagian barat, yaitu sumatra, jawa dan kalimantan, karena di sana memiliki iklim yang lebih basah, yakni zona antara 150 LS dan 150 LU. Bila karet ditanam di luar jona tersebut, pertumbuhannya agak lambat, sehingga produksi lateks atau getah karet yang diharapkan akan terjadi perlambatan waktu. Untuk memperoleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman karet yang optimal serta menghasilkan lateks yang optimal pula, pembudidaya harus memperhatikan persyaratan lingkungan tempat tumbuhnya (agroklimat).
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN KARET ORGANIK

IKLIM YANG COCOK UNTUK TANAMAN KARET

Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zona 150 LS dan 150 LU (batas astronomi bumi). Diluar zona itu pertumbuhan tanaman karet agak terhambat, sehingga panen perdana lateks juga ikut terlambat. Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2500 mm hingga 4000 mm/tahun, jumlah hari hujan berkisar antar 100 sampai dengan 150 setiap tahunnya. akan tetapi, tidak semua wilayah yang memiliki jumlah hari hujan di kisaran tersebut cocok untuk pertumbuhan karet. Apabila disuatu wilayah sering mengalami hujan pada waktu pagi hari, maka produksi lateks akan dipastikan berkurang.

Faktor angin akan memengaruhi pertumbuhan tanaman karet. Angin yang terlampau kencang dapat merusak tajuk tanaman. Kejadian ini dapat mengakibatkan cabang dan ranting tanaman karet dapat patah sehingga terjadi bukaan kanopi. Di daerah yang sering dilanda angin kencang dianjurkan untuk menanami pohon penahan angin di sekeliling kebun. Dampak lainnya, angin menciptakan kelembaban udara disekitar tempat tumbuh tanaman menipis. Kelembaban yang rendah akan memperlemah tekanan turgor tanaman. Tekanan turgor yang lemah ini akan berpengaruh terhadap proses keluarnya lateks pada waktu penyadapan. Secara kasat mata memang seolah-olah tidak berpengaruh nyata terhadap tanaman, tetapi data-data jumlah produksi getah yang terekam dari waktu ke waktu menunjukan adanya penurunan produksi akibat faktor angin.

Faktor iklim makro seperti temperatur udara perlu diperhatikan juga. untuk tumbuh kembang tanaman karet secara optimal, tanaman karet membutuhkan temperatur udara berkisar di angka 24-28 derajat celcius. Temperatur udara yang terlalu panas mempercepat penguapan jaingan tanaman. Hal ini dapat mengganggu tumbuh kembang tanaman. Proses fotosintesa akan terhambat. Wilayah daratan rendah tropis seperti di sumatra, kalimantan dan jawa memiliki temperatur udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet secara optimal.

Tanaman karet memerlukan paparan sinar matahari yang cukup lama sekitar 5-7 jam setiap hari. Tanaman karet membutuhkan sinar matahari dalam waktu yang lama untuk kegiatan fotosintesa agar berlangsung secara optimal. Karbohidrat yang terbentuk dari proses fotosintesis diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman.
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN KARET ORGANIK

JENIS TANAH TANAMAN KARET

Pada umumnya, lahan kering menjadi patokan para petani untuk bertanam karet, karena tanaman karet memang menghendaki lahan dengan sifat fisika tanah seperti ini untuk tumbuh kembangnya. Para petani juga paham, bahwa sifat fisik tanah lebih sulit dimanipulasi daripada sifat kimia tanah. Petani lebih mudah membuat perlakuan manipulasi tanah secara kimiawi agar supaya sesuai dengan persyaratan tumbuh kembang tanaman karet.

Pada dasarnya, tanaman karet tidak menuntut tinggi dalam hal jenis tanah yang dikehendakinya. Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Tanaman karet dapat tumbuh pada jenis tanah vulkanis muda hingga tua, bahkan karet dapat beradaptasi pada jenis tanah dengan keasaman tinggi, seperti lahan gambut. Tanaman karet mampu menoleransi jenis tanah gambut yang dengan kedalaman 2 meter sebagai tempat tumbuhnya.

Tanaman karet masih dapat tumbuh pada jenis tanah yang memiliki derajat keasaman di angka pH 3,0 dan pH 8,0. tingkat toleransi yang tinggi ini membuat tanaman karet mudah tumbuh dilahan kritis dan inferior.

Sifat-sifat yang dikehendaki oleh tanaman karet agar pertumbuhannya optimal, antara lain solum tanah berkedalaman sampai 100  cm, tidak mengandung batu batuan dan lapisan cadas, aerase dan drainase cukup, tekstur tanah remah, porous dan mampu menahan air, komposisi tanah terdiri dari 35% liat dan 30% pasir. Apabila tanah bergambut, kedalaman tidak lebih dari 20 cm. kandungan unsur hara makro seperti NPK tersedia cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro. Derajat keasaman tanah berada di kisaran pH 4,5-pH 6,5. Topografi lahan memiliki kemiringan tanah <16%. Batas permukiman air tanah <100 cm. Lahan sebaiknya tidak ada lapisan hardpan atau lapisan batuan keras (kalaupun ada lebih dari 2 m dari permukaan tanah).

KETINGGIAN TEMPAT

Tanaman karet akan tumbuh optimal pada daerah daratan rendah yang berketinggian 200 m dari permukaan laut. Daerah yang berketinggian lebih dari 600 m dari permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh kembang tanaman karet tujuan komersial. Pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap tanaman karet, yakni pada umur sadap perdana. Semakin tinggi suatu tempat maka umur sadapan perdana tanaman karet semakin lama.

Pengaruh ketinggian tempat dengan umur sadap perdana tanaman karet lihat pada tabel di bawah..!

KETINGGIAN TEMPAT
( M DPL )
UMUR SADAP PERDANA
( TAHUN )
0 – 200
200 – 400
400 – 600
600 – 800
800 - 1000
5 – 6
7
7,5
8,6
10,2


Tangguh Prebiotik Teknologi NASA


PROBIOTIK "TANGGUH"

Pakan Probiotik adalah mikrobia atau kumpulan beberapa bakteri yang bermanfaat untuk membantu proses penguraian pakan terutama pakan hijauan atau limbah pertanian seperti jerami agar mudah dicerna dan diserap didalam saluran pencernaan ternak.

PREBIOTIK "VITERNA Plus - POC.NASA - HORMONIK"

Pakan Prebiotik adalah unsur-unsur makanan atau nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak untuk mengoptimalkan  proses pertumbuhan dan produksi serta bisa menjadi makanan bagi mikrobia probiotik.

Jadi ke dua jenis pakan tersebut bisa digunakan secara bersamaan dan akan saling menguatkan.

VITERNA, POC NASA dan HORMONIK merupakan kategori pakan PREBIOTIK yang mengandung nutrisi murni seperti Vitamin, Mineral, Protein yang bermanfaat untuk mengoptimalkan produktifitas ternak baik kesehatan maupun percepatan pertumbuhan Semua Jenis Ternak dan Ikan.

Layanan konsultasi dan order : 

RINDA HANDAYANI 

Kode Distributor N-393316

Pin Bbm : D1FFBD9D
TELF / WA / SMS: 085232128980
TELF / WA / SMS : +62 85574844543

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/PusatOrganikNasa

Alamat Resmi
Alamat rt,02 rw,02
Duson,Ngasem Ds.Sumberejo
Kec,Nggondang
Kab,Nganjuk 
JAWA TIMUR

Fakror Yang Menunjang Keberhasilan Budidaya Ternak Bebek

5 Fakror Yang Menunjang Keberhasilan Budidaya Ternak Bebek pedaging dan petelur :
  • Bibit yang baik.
  • Pakan yang lengkap kandungan dan jumlahnya.
  • Kandang yang kuat, bersih dan nyaman bagi ternak.
  • Tata cara pemeliharaan.
  • Pencegahan dan pengendalian penyakit.

Fakror Yang Menunjang Keberhasilan Budidaya Ternak Bebek
Dari ke 5 faktor budidaya tersebut, Pakan merupakan faktor terpenting diantara faktor budidaya lain. Karena Pakan :
  • Menentukan faktor pertumbuhan
  • Biaya terbesar dalam budidaya (70% - 80% dari total biaya budidaya)
  • Menentukan hasil produksi sehingga akan menentukan untung dan ruginya budidaya bagi peternak
Viterna Plus mampu membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak, lengkap secara jumlah dan kandungan (nutrisi, mineral, protein, multivitamin dll) serta mampu membantu pencegahan serangan penyakit bagi ternak, ikan dan udang.

Salam Sukses Peternak Bebek Padaging Maupun Bebek Petelur

Fungsi Dolomit Untuk Kolam

Pemberian kapur dolomit wajib di berikan untuk untuk perikanan adalah di saat setelah panen dan sedang mempersiapkan budidaya berikutnya.

Kapur yang bagus di berikan ke lahan budidaya ( tambak) adalah kapur dolomit dan zeolit, karena di samping mengandung unsur Ca  untuk menetralkan pH, namun juga mengandung unsur lain yang sangat bermanfaat bagi lingkungan tambak. Dosis untuk pemberian kapur dolomit adalah 1 ton pet hektar.

Cara Meningkatkan Bobot Ayam Bloiler Dengan Cepat

Teknik Budidaya Ayam Bloiler

I. Pendahuluan
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).
Ayam Bloiler
II. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih
Bibit Ayam Bloiler
III. Kondang Ayam Yang Ideal
A. Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat. 

B.Pergantian udara dalam kandang.
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
kandang ayam yang ideal

C.Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari)
Suhu (0 c )
01 - 07
34 – 32
08 - 14
29 – 27
15 – 21
26 – 25
21 – 28
24 – 23
29 - 35
23 - 21

D.Kemudahan mendapatkan sarana produksi 
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

IV. Tata Laksana Pemeliharaan
4.1 Perkembangan
Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan
  • Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi). 
  • Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. 
  • Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
  • Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Pakan Ayam Ideal
Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut. 
4.3. Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
vaksin
4.4. Teknis Pemeliharaan
  • Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
  • Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4. 
  • Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam. 
  • Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.
  • Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal, mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
  • Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
  • Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg. 
4.5. Penyakit
Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu : 
  • Tetelo (Newcastle Disease/ND). Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
  • Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD), Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
  • Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease) Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
  • Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. 
  • Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. 

Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain. 
2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh 
3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.
Daging Ayam Tanpa Viterna
TANPA VITERNA

Daging Ayam Yang Menggunakan NASA
Dengan NASA

Berat 1 ekor ayam berina rata-rata 2,2 kg
Rata-rata ayam umur 38 
Layanan konsultasi dan order : 

RINDA HANDAYANI / BUDIANTO

Kode Distributor N-393316

Pin Bbm : D1FFBD9D
TELF / WA / SMS: 085232128980
TELF / WA / SMS : +62 85574844543

Alamat Resmi
Alamat rt,02 rw,02
Duson,Ngasem Ds.Sumberejo
Kec,Nggondang
Kab,Nganjuk 
JAWA TIMUR





Flag Counter